PENERAPAN DATA WAREHOUSE PADA ELEKTRONIK SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK DAERAH (E-SPTPD)
DOI:
https://doi.org/10.58217/ipsikom.v13i2.68Keywords:
Data warehouse, Pendapatan, OLAP, pajak daerahAbstract
Penggunaan data warehouse telah banyak menghasilkan banyak keuntungan bagi organisasi, termasuk dalam melakukan analisa data dan penghematan waktu yang lebih baik oleh pengguna. Proses membangun data warehouse dengan metode sembilan langkah Kimball pada aplikasi Elektronik Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (E-SPTPD) di Kota Tangerang telah memberikan banyak manfaat bagi organisasi, termasuk dalam melakukan analisa data dan efisiensi waktu. Karena meningkatnya kompleksitas data dalam pengelolaan, data warehouse kini banyak diminati oleh pengguna aplikasi di dunia bisnis dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan sistem data warehouse menggunakan aplikasi Pentaho dalam menyajikan laporan pendapatan pajak daerah pada Bidang Pendapatan Lainnya. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan waktu antara proses manual dengan sistem OLAP, Report Designer, dan Dashboard. Hasil menunjukkan bahwa sistem secara signifikan mempercepat proses penyajian laporan, dengan rata-rata waktu 3,80 detik untuk OLAP, 1,77 detik untuk Report Designer, dan 1,64 detik untuk Dashboard, dibandingkan proses manual yang membutuhkan lebih dari 1.200 detik. Evaluasi juga mencakup persepsi pengguna terhadap sistem melalui kuesioner berbasis Technology Acceptance Model (TAM). Lima responden yang terdiri dari pejabat dan staf menunjukkan respons positif dengan nilai rata-rata persepsi manfaat 4,36, kemudahan penggunaan 4,20, sikap pengguna 4,27, dan intensi perilaku 4,20 dari skala Likert 1–5. Hasil ini mengindikasikan bahwa penerapan data warehouse meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna dalam pengelolaan data dan pelaporan pendapatan pajak daerah. Sistem ini dinilai mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat di lingkungan pemerintahan.





