I PENDIDIKAN ISLAM
HUBUNGAN ANTARA PENCIPTAAN MANUSIA, TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM, DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TEOLOGI ISLAM MODERN
DOI:
https://doi.org/10.58217/joceip.v20i1.164Abstract
Penciptaan manusia (Khaliqul Basyar) dalam perspektif Islam tidak hanya merefleksikan hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, tetapi juga mengandung landasan teologis yang mendasar bagi arah dan tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dimensi teologis penciptaan manusia sebagai dasar religious dalam tujuan pendidikan serta implikasinya terhadap pengembangan teologi Islam kontemporer. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur klasik maupun kontemporer dalam teologi dan pendidikan Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa terdapat tiga dimensi utama dari teologi penciptaan manusia: (1) ubudiyah, yang menegaskan fungsi manusia sebagai hamba Allah; (2) khilafah, yang mengarahkan peran manusia sebagai pengelola dan penanggung jawab sosial; dan (3) tazkiyah, yang menekankan proses penyucian jiwa dan pembinaan akhlak. Ketiga dimensi tersebut menjadi fondasi tujuan pendidikan Islam yang integratif, yaitu
membentuk manusia beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Implikasi penelitian ini terhadap teologi Islam kontemporer adalah perlunya paradigma pendidikan yang menekankan keseimbangan antara dimensi spiritual, intelektual, dan sosial, sehingga mampu menjawab tantangan modernitas tanpa kehilangan ruh ketuhanan. Dengan demikian, teologi penciptaan manusia dapat menjadi pijakan konseptual dalam merumuskan model pendidikan Islam yang relevan, transformatif, dan berkarakter rabbani.





