MODAL SOSIAL TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MELALUI PENDEKATAN TEORI PUTNAM
DOI:
https://doi.org/10.58217/joceip.v20i1.173Keywords:
UMKM, modal sosial, jaringan sosial, kepercayaan, SEMPLSAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 96% tenaga kerja. Meskipun memiliki peran yang sangat signifikan, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya inovasi, minimnya pemanfaatan teknologi, dan lemahnya manajemen usaha. Selain faktor finansial, modal sosial menjadi aspek non-finansial yang semakin mendapat perhatian dalam meningkatkan kinerja UMKM. Modal sosial, sebagaimana dikemukakan oleh Putnam, mencakup jaringan sosial, norma timbal balik, dan kepercayaan yang mampu mendorong kerja sama dan koordinasi untuk mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal sosial terhadap kinerja UMKM yang diukur melalui omzet usaha. Fokus penelitian diarahkan pada tiga dimensi modal sosial, yaitu jaringan sosial, timbal balik, dan kepercayaan. Lokasi penelitian dilakukan pada UMKM di Desa Kaloran Brimob Kota Serang, yang memiliki aktivitas UMKM cukup tinggi di sektor perdagangan, kuliner, dan jasa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada pelaku UMKM. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh masing-masing dimensi modal sosial terhadap kinerja UMKM. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian ekonomi sosial berbasis teori Putnam, serta kontribusi praktis bagi perumusan kebijakan dan strategi penguatan UMKM berbasis komunitas. Penguatan modal sosial diharapkan mampu meningkatkan daya saing, keberlanjutan usaha, dan pertumbuhan omzet UMKM secara berkelanjutan.





